Purana dan Puragraph resmi meluncurkan kolaborasi bersama Afganial yang mereka sebut sebagai perayaan “Livable Art”. Peluncuran ini berlangsung di Hörbiss, ruang kreatif rindang yang berada di YATS Colony Yogyakarta. Acara tersebut menonjolkan tema dekonstruksi monokrom sebagai bagian dari pendekatan kreatif kolaborasi. Ruang Hörbiss diposisikan sebagai panggung untuk mempertemukan gagasan estetika dan fungsi, sekaligus membuka ruang dialog pembuat karya dan penikmat seni.
Garis besar konsep kolaborasi
Peluncuran menempatkan “Livable Art” sebagai titik fokus: sebuah konsep yang mengaitkan karya seni dengan kehidupan sehari-hari, tanpa memisahkan fungsi dari nilai estetika. Dekonstruksi monokrom, sebagai bagian dari narasi pameran, mengajak penonton meninjau kembali penggunaan warna tunggal dan bagaimana ia dapat direinterasikan dalam konteks ruang hidup.
Hörbiss sebagai ruang peluncuran
Hörbiss di YATS Colony menjadi lokasi pilihan untuk memperkenalkan kerja sama ini. Karakter ruang yang rindang dan berskala komunitas turut memberi konteks pada presentasi karya, sekaligus menegaskan hubungan lokasi dan gagasan yang diusung para kolaborator.
Implikasi bagi kancah kreatif lokal
Kolaborasi Purana, Puragraph, dan Afganial memperkaya lanskap kegiatan kreatif di Yogyakarta dengan menghadirkan pendekatan konseptual yang eksploratif. Inisiatif seperti ini membuka ruang bagi pembahasan estetika konrer serta praktik seni yang menautkan produksi visual dengan pengalaman sehari-hari. Dengan peluncuran ini, ketiganya menegaskan bahwa wacana seni tidak hanya soal tampilan, tetapi juga soal bagaimana karya dapat ditempatkan dan dibaca dalam konteks kehidupan. Ke depan, kolaborasi tersebut dipandang sebagai salah satu contoh dialog kreatif yang berlangsung di ruang-ruang alternatif kota.
