Novo Nordisk Indonesia mengingatkan pentingnya memahami dampak obesitas pada reproduksi wanita. Perusahaan menegaskan obesitas bukan sekadar soal penampilan, melainkan penyakit metabolik kronis yang berpotensi memengaruhi berbagai aspek kesehatan perempuan, termasuk kesehatan metabolik, kardiovaskular, mental, dan reproduksi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Associate Director, Medical and Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr. Riyanny Meisha Tarliman. Dalam penjelasannya ia menekankan bahwa “obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan di berbagai fase kehidupan.”
Obesitas sebagai penyakit metabolik kronis
Novo Nordisk menegaskan kembali klasifikasi obesitas sebagai penyakit metabolik kronis. Pernyataan ini menempatkan obesitas bukan hanya sebagai kondisi berat badan berlebih, tetapi sebagai masalah medis yang berkaitan dengan proses metabolisme tubuh dan dapat berdampak luas pada fungsi organ dan sistem tubuh perempuan.
Dampak terhadap kesehatan reproduksi
Salah satu fokus peringatan adalah kaitan obesitas dengan kesehatan reproduksi wanita. Perusahaan menyampaikan bahwa pengaruh obesitas tidak terbatas pada aspek metabolik dan kardiovaskular, tetapi juga menyentuh kesehatan reproduksi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan di berbagai tahapan hidup.
Pesan untuk peningkatan kesadaran
Melalui pernyataan ini, Novo Nordisk mendorong peningkatan pemahaman bahwa obesitas harus dipandang sebagai kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Pendekatan terhadap obesitas, menurut pernyataan tersebut, perlu mempertimbangkan dampak luasnya pada kesehatan fisik dan mental perempuan, termasuk aspek reproduksi.
Pentingnya pengenalan risiko dan pemahaman yang lebih baik terhadap obesitas pada tingkat individu maupun sistem kesehatan diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hidup perempuan sepanjang siklus hidupnya.
