HUT ke-46 Dekranas digelar di Makassar dengan rangkaian acara yang menghadirkan perhatian pada pembinaan perajin. Momentum peringatan ini menekankan perlunya pergeseran strategi dalam pembinaan agar perajin bisa lebih kompetitif.

Acara di Makassar juga menampilkan kehadiran Ketua Harian Dekranas Tri yang hadir mengenakan baju bodo, menambah nuansa kultural pada peringatan. Penyelenggaraan ini diikuti lebih dari 3.000 peserta dan menjadi ajang untuk menyoroti penguatan daya saing perajin Indonesia.
Suasana peringatan dan partisipasi
Peringatan HUT ke-46 Dekranas di Makassar berlangsung dengan peserta yang cukup banyak, lebih dari 3.000 orang, dari berbagai lapisan yang terkait dengan dunia kriya dan kerajinan. Kehadiran tokoh organisasi serta penggunaan pakaian tradisional seperti baju bodo mencerminkan upaya menggabungkan aspek kebudayaan dalam perayaan organisasi.
Sorotan pada reorientasi pembinaan perajin
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum memberi penekanan pada reorientasi pembinaan perajin. Pesan ini menandai perlunya arah baru dalam mendukung pengembangan perajin, baik dari segi teknik produksi, akses pasar, maupun kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penguatan daya saing perajin Indonesia
Salah satu fokus utama acara adalah penguatan daya saing perajin Indonesia. Topik ini menjadi sorotan karena dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha kerajinan serta meningkatkan nilai tambah produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Peringatan HUT ke-46 ini menyatukan semangat pelestarian budaya dan upaya strategis pembinaan, menjadikan momen evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk mendukung perajin Indonesia agar lebih tangguh menghadapi tantangan pasar.
