Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui kuliner tradisional Lampung. Ajakan itu menekankan pentingnya mempertahankan warisan kuliner sebagai bagian dari identitas budaya setempat.

Seruan tersebut ditujukan kepada warga Bandar Lampung agar memberi perhatian pada ragam makanan khas daerah, baik dari sisi resep turun-temurun maupun praktik pembuatannya, sehingga nilai budaya tetap hidup dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Seruan menjaga warisan kuliner
Pernyataan Wali Kota menegaskan bahwa kuliner tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan daerah. Pelestarian makanan khas tidak hanya soal rasa, melainkan juga menyangkut tradisi, pengetahuan lokal, dan cara hidup masyarakat yang berkembang bersama makanan tersebut.
Peran masyarakat dan pelaku usaha
Pelestarian kuliner bergantung pada keterlibatan berbagai pihak: keluarga, komunitas, pelaku usaha kuliner, hingga generasi muda. Dengan menjaga resep asli, melestarikan cara penyajian, dan mendokumentasikan pengetahuan lokal, masyarakat berkontribusi pada kelestarian budaya pangan Lampung.
Nilai budaya dan ekonomi
Kuliner tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya tetapi juga berpotensi mendukung perekonomian lokal jika dirawat dan dipromosikan secara berkelanjutan. Upaya menjaga makanan tradisional dapat membuka peluang bagi usaha mikro, pariwisata kuliner, dan kegiatan komunitas yang mengangkat identitas daerah tanpa mengabaikan keaslian resep.
Ajakan dari Wali Kota Eva Dwiana menjadi pengingat akan pentingnya melindungi warisan budaya melalui hal-hal sehari-hari, termasuk makanan. Merawat kuliner tradisional sama artinya merawat ingatan kolektif dan identitas sebuah daerah, sehingga nilai-nilai tersebut tetap hidup bagi generasi mendatang.
